Saturday, July 6, 2013

Nasihat Alm. Kakk Siska. :(


Seperti apapun hari ini,
Smoga Allah mengusap lembut hati ini..,
menjadikan kita orang-orang yang berjiwa tenang,
yang kelak datang padaNya dengan wajah yang bercahaya,
Smoga setiap hari diwarnai kasih sayangNya & ditiap tetes peluh ini dinilai sebagai pemberat amal ibadah…

Kalaulah ku tak bisa menjadi pohon rindang yang dapat meneduhkan,
Biarlah menjadi rumput lembut yang menjadi pijakan agar kaki tak tergores tajamnya kerikil..

Kalau ku tak dapat menjadi yang terbaik menurut pandangan manusia,
Biarlah menjadi penyemangat hati dan memberi motivasi...

Ukhuwah itu tentang persaudaraan dan cinta,
Perjuangan untuk saling mengingatkan dan menguatkan komitmen
Jagalah ukhuwah agar Allah mengantarkan hingga sampai ke CahayaNya…

Nasihat Dari Alm Kakk Siska.



Takkan selamanya , langkah di atas jalan yang indah

Suatu saat pasti , terjatuh dalam keletihan rasa dan raga
Tetapi jangan pernah kau menyerah , tuk berdiri
Anggaplah semua itu ,hanya sebagai ujian..

Bila kita tak mampu meredakan nafsu keinginan
Untuk lebih dari .., segala yang ada kita punya
Takkan selamanya, keindahan dan kehebatan
Menjadi milik kita....

Karena masa dan waktu selalu berjalan
Merubah semua isi dunia..
Kita pun yang berdiri di atasnya

Mengikuti hukum yang telah di tentukan
Bila suatu hari nanti kau terjatuh ,
Jangan terlalu larut dalam kepedihannya

Lekaslah berdiri, mengejar matahari
Meraih bintang..
Agar engkau menjadi insan yang gemilang .

Takkan selamanya kehebatan terus ada
Juga..
Takkan selamanya kepedihan...
Selalu menyertai langkah ,
Semua akan berganti ,
Seiring waktu yang terus bergulir..
ISTIQOMAH....selalu...!

Tuesday, June 11, 2013

Senyum.. ^_^


Di dalam salah satu media masa cetak pernah dimuat semacam teka-teki yang bunyinya kurang lebih sebagai berikut:


Ada satu benda yang tidak berharga tetapi mengandung keuntungan yang banyak.


Orang yang menerima benda itu merasa mendapat kekayaan, sedangkan orang yang memberikannya tidak merasa rugi.

Benda itu hilang dalan waktu yang begitu singkat, tetapi ingatan kepadanya terkadang hidup sepanjang zaman.

Orang yang terkaya akan merasa miskin jika tidak mendapatkannya dan sebaliknya orang yang paling miskin akan merasa kaya kalau ia mempunyai benda itu.

Benda tersebut memberikan kebahagiaan didalam rumah tangga, menimbulkan kemauan di dalam bekerja, dan mendekatkan persahabatan di antara sesama.

Ia sanggup menjernihkan kekusutan, menghilangkan kepayahan, dan obat paling mujarab untuk menahan segala macam penyakit. Benda itu tidak bisa di jual, tidak dapat diminta, tidak bisa di tukarkan, tak dapat di curi. Apakah nama benda itu..?

Demikian bunyi teka-teki tersebut. Anda ingin mengetahui benda apa itu..? Jawabanny sederhana saja: (senyuman).

Di dalam rangkai kalimat teka-teki di atas dilukiskan betapa besar pengaruh senyuman. Senyuman dapat mencairkan hati yang beku, menaklukam budi yang kasar, menjadi pembuka petunjuk bagi orang yang keras kepala dan sebagainya.

Namun tidak semua orang bisa tersenyum, karna senyuman itu tidak dapat dibuat-buat atau di paksakan. Senyuman yang asli mempunyai kontak dengan jiwa. Ia timbul dengan sendirinya, dan orang yang melihatnya tak ubah seperti besi yang di tarik magnet. Pada orang yang terlalu tenang atau orang yang suka termenung, senyuman itu tidak mau mendekat. Ia suka berkenalan dengan orang yang selalu riang dan gembira. Senyuman itu ibarat perhiasan batin yang membaguskan perhiasan lahir yang kurang cantik.

Kebanyakan manusia, baik laki-laki maupun perempuan hanya menghiasi dirinya dengan perhiasan-perhiasan lahir, terutama pakaian yang bermacam-macam modelnya dan mahal harganya. Tetapi seringkali pakaian yang mahal itu tidak berharga, wajah orang yang memakainya seolah-olah diliputi kabut tebal yang menutupi indahnya perhiasan-perhiasan itu, yakni mukanya muram dan keningnya berkerut.

Apabila bertamu ke rumah salah seorang kenalan, anda akan merasa waktu sejam seolah-olah baru 10 menit jika tuan rumah menyambut dan berbicara dengan senyuman. Tetapi jika mukanya masam, anda akan merasa seolah-olah duduk di atas bara didalam rumah tersebut.

Coba perhatikan seorang ibu yang pada mulanya marah kepada anaknya yang masih kecil, yang selalu mengganggu pekerjaannya, seumpama mengotori lantai, memecahkan piring dan sebagainya. Tetapi, jika dari mulut anak tersebut tersirat sebuah senyuman, kemarahan si ibu tadi lenyap seketika. 

Seorang ayah yang baru pulang dari pekerjaannya dalam keadaan letih dan lesu, akan merasa hilang semua kepayahannya jika sesampainya dirumah di sambut oleh anak-anak dan istrinya dengan senyuman.

Apabila senyuman itu boleh di umpamakan sebagai buah, perasaan gembira menjadi pokok atau batanya. Oleh sebab itu, didalam penghidupan dan pergaulan hendaklah kita selalu gembira. Secara eksplisit itu dianjurkan dalam agama, sebagaimana yang di katakan dalam sebuah hadist, "senyum kepada saudaramu adalah sedekah".

Didalam kehidupan sudah pasti bertemu dengan hal-hal yang menggembirakan dan merisaukan hati. Apabila mendapat karunia, kita merasa gembira. Dan kalau ditimpa bahaya, kita merasa berduka-cita. Tetapi, meskipun berada dalam duka-cita, sedapat-dapatnya di tekan kedalam, jangan sampai tersirat di wajah kita..

Thursday, May 30, 2013

Pertanyaan itu..




Sering sekali orang" bertanya, apa kabar? dan saya jawab Alhamdulillah sehat..
Mau kemana/darimana mas/pak/bang/de/om..? dan saya pun menjawab dari tempat dan tujuan saya..

Tetapi ada satu pertanyaan yang seakan-akan sulit sekali untuk saya jawab...
Mengapa kamu mau menjadi seorang muslim? sesaat saya terdiam dan tersenyum, lalu  perlahan-lahan saya menjawab.. "Kasih-Sayang" itu yang membuat saya ber'Syahadah sehingga menjadi seorang Muslim.

Selama ini saya selalu mencari-cari yang namanya "Kasih-Sayang", dan Alhamdulillah... ALLAH Ar-Rahman & ALLAH Ar-Rahim telah menuntun saya untuk menjadi seorang muslim, dan saya tau apa itu "Kasih-Sayang"..? "Kasih Sayang Itu" adalah "ALLAH SWT.

Siapa kita..?
Dari Mana Kita..?
Mau Kemana Kita..?

Semua Jawaban diatas akan terjawab dengan begitu mudah, yaitu Kasih-Sayang ALLAH SWT.. Akan tetapi sering sekali sulit bagi kita untuk memahami'nya..


Kenali, Pelajari, Dan Hayati....
Maka Dirimu akan menemukan Kasih-Sayang dari'nya "ALLAH SWT"...
Dan Dirimu akan mencintai'nya dengan setulus Hati...

Tuesday, March 13, 2012

Semoga menjadi sebuah doa untuk Hamba ya Allah.

Hikmah Pagi Percakapan Umar dan Guru:

Umar: Alhamdulillah, pagi ini udara terasa begitu segar. Mungkin akan terasa lebih enak jika saya berolahraga di pagi ini, saya pun pergi berlari-lari kecil memutari komplek rumah. Belum satu putara saya lalui, tiba dari kejauhan saya melihat guru sedang berjalan. Lalu setelah itu saya menghampiri beliau dan bersalaman dengan beliau, sambil mencium tangannya.

Guru: Alhamdulillah, sedang berolahraga kamu pagi ini?

Umar: Ya guru, Alhamdulillah udara di pagi ini begitu segar saya merasa sayang jika tidak di melakukan olahraga di pagi ini.

Guru: Alhamdulillah, bagus"... :)

Umar: Guru pagi mau pergi kemana?

Guru: Saya mau ke luar kota dulu, ada yang harus saya urus.

Umar: Emm...kalau begitu sambil jalan saya mau bercerita sedikit guru,
saya pernah membaca sebuah majalah islami yang membahas tentang mimpi. Menurut pandangan guru bagaimana? apakah itu di benarkan?

Guru: Saya tidak mengerti tentang hal" yang seperti itu. Tetapi memang dahulu ada nabi yang di berikan kemampuan (mukzizat) untuk menafsirkan mimpi.

Umar: siapa Nabi itu guru?

Guru: Dia adalah Nabi Yusuf.

Umar: emmm...kalau begitu guru, saya mau meminta sedikit saja pandangan atau yang guru ketahui. Tentang mimpi yang saya alami semalam, tadi malam saat saya sedang tidur. Saya bermimpi, jari telunjuk saya yang sebelah kanan menyentuh Air hujan yang masih berada di atas langit. Apa Maksud dari mimpi itu guru..?

Guru: Kan saya katakan saya tidak mengerti hal" yang seperti itu...Tetapi kalau mimpi kamu seperti itu, saya hanya mengetahui bahwa Air itu melambangkan ilmu. Jika jari telunjuk kamu menyentuh air hujan yang masih ada di langit, InsyaAllah menandakan Ilmu yang bermanfaat(barokah)...

Umar: SubhannAllah...Amiin Ya Allah, Alhamdulillah trimakasih guru.
Tidak terasa sudah sampai di tempat menunggu Bus, lalu guru saya pun berpamitan untuk pergi.


Firman Allah, “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (al-Mujaadilah: 11), dan, “Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”(‘Thaahaa: 114)

Setelah mendengar hal tersebut hati ini begitu bahagia, smoga apa yang di katakan oleh guru saya itu menjadi sebuah doa dan bermanfaat bagi saya dan orang lain. Amiin Ya Rabbal Alamin.

Wednesday, April 13, 2011

ARTI KETAKWAAN


Masalah takwa kepada Allah artinya perintah Allah kepada orang-orang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian. Barang siapa yang tidak mengamalkan perintah ini, maka sesungguhnya dia akan merugi, binasa dan menyesal. Dan Allah berfirman: Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh kami Telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. tetapi jika kamu kafir Maka (ketahuilah), Sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah” (Q.S. An-Nisa’:131).

Apabila kita bertakwa kepada Allah, maka akan di beri jalan keluar dari berbagai permasalahan, dan diberi kecukupan yang tidak pernah di duga sebelumnya. Dalam al-Qur’an surat at-Talaq ayat 2-3, Allah menegaskan:“Apabila mereka Telah mendekati akhir iddahnya, Maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu Karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”

Kita diperintahkan bertakwa dalam tiga hal: (1)Bertakwa kepada Allah dengan lisan. Bertakwa dengan lisan merupakan cobaan paling besar. Oleh karena itu, sebagian ahlul ‘ilmi ada yang mengatakan bahwa Sembilan persepuluh dosa-dosa berasal dari lisan. Lisanlah yang menjerumuskan seorang mukmin ke dalam dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan. Oleh karena itu, Allah berfirman: “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat Pengawas yang selalu hadir.” (Q.S. Qaaf:18).

(2)Bertakwa kepada Allah dalam hal makanan. Berkenaan dengan makanan, takwa kepada Allah sesuai hadits Rasul: “Hai Sa’id, makanlah kamu dari yang halal, niscaya kamu menjadi orang yang dikabulkan do’anya.” (HR. Thabarani). Bagaimana akan diperkenankan do’a orang yang makanannya dari yang haram? Bagaimana akan diterima shalat, puasa, haji, umrah, dzikir, dan tilawah al-Qur’annya, sedang ia makan riba, makanannya dari hasil riba.

(3)Bertakwa kepada Allah dalam pendengaran dan penglihatan. Takwa kepada Allah harus dilakukan melalui pendengaran dan penglihatan. Oleh karena itu, Imam Syafi’i pernah mengatakan: “Jagalah lisanmu jangan kamu menyebut kekurangan seseorang karena kamu pun mempunyai kekurangan dan orang lain mempunyai lisan. Jagalah matamu! jika terlihat olehmu aib suatu kaum dan katakanlah Hai mataku orang lainpun mempunyai mata.”Semoga kita diberi taufik untuk bertakwa kepada Allah dan beramal shaleh, dijaga lisan kita, pendengaran serta penglihatan dari perbuatan dosa.

MENGGENGGAM WAKTU.


Waktu adalah harta yang paling berharga setelah iman. Mungkin kita tidak menyadarinya dan kurang begitu merasakannya sehingga kita terkadang membiarkannya terhambur sia-sia. Tanpa merasa berdosa kita mengisinya dengan berbicara sia-sia, mendendam, membalas kejahatan dengan kejahatan dan kesia-siaan lainnya, yang demikian termasuk orang yang merugi karena tidak menggunakan waktu yang diberikan Tuhan dengan sebaik-baikya.

Mengingat begitu berharganya amanah yang bernama waktu (kesempatan), Allah berkali-kali bersumpah dalam al-Qur’an supaya manusia mensyukuri akan nikmat yang berupa waktu. ” Demi waktu matahari sepenggalahan naik. Dan demi malam apabila Telah sunyi (gelap).” (Q.S. adh_Dhuhaa:1-2). Demi malam apabila menutupi (cahaya siang). Dan siang apabila terang benderang.” (Q.S. al_Lail: 1-2). Demi matahari dan cahayanya di pagi hari. Dan bulan apabila mengiringinya. Dan siang apabila menampakkannya. Dan malam apabila menutupinya. (Q.S. asy_Syams:1-4).

Allah telah mendisiplinkan waktu bagi hambanya dengan diwajibkan bagi mereka untuk melaksanakan sholat lima waktu dalam sehari semalam, masing-masing mempunyai waktu tersendiri dan bagaimana kita melaksanakannya dengan disiplin dan tepat waktu. Memuliakan sepertiga malam sebagai waktu mustajab do’a. Allah juga berfirman dalam sebuah hadits qudsi: ” Pada setiap fajar ada dua malaikat yang berseru-seru, ‘wahai anak adam aku adalah hari yang baru, dan akan datang untuk menyaksikan amalan kamu. Oleh sebab itu, manfaatkanlah aku sebaik-baiknya. Karena aku tidak akan kembali lagi sampai hari pengadilan’” (HR. Turmudzi). Hadist qudsi tersebut menganjurkan kepada kita agar sesegera senantiasa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya perbuatan tanpa harus menunda-nunda, dan bermalas-malasan. Segera memulai hari dan memanfaatkannya seefektif mungkin, mempersembahkan yang terbaik dalam rangka beribadah kepada Allah.

Rasulullah sendiri mengingatkan kita untuk selalu memperbaiki waktu dari masa ke masa, memperbaiki waktu dan lebih baik dari kemaren Memperbaiki dan selalu meningkatkan sebelum kesempatan hilang dari dari kehidupan kita. “Carilah yang lima sebelum datang yang lima, yaitu manfaatkanlah masa mudamu sebelum datang masa tuamu (dengan ibadah), gunakanlah masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu (dengan amal sholeh), gunakanlah masa kayamu sebelum datang masa miskinmu (dengan sedekah), gunakanlah masa hidupmu sebelum datang masa matimu (mencari bekal untuk hidup setelah mati), gunakanlah masa senggangmu sebelum datang masa sempitmu. (al-Hadits).

Bahwasanya orang sukses adalah orang yang memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Setelah menuntaskan satu urusan sesegera mungkin mengerjakan urusan lainnya. Melakukan sesuatu tanpa harus menunda-nunda untuk esok hari tapi melakukannya sekarang juga. Bagi mereka tiada hari esok, karena esok tiada yang tahu, kemana kesempatan itu akan lari. Oleh sebab itu mulai sekarang waspadalah terhadap nikmat yang bernama waktu, dan manfaatkanlah dengan kegiatan yang bermakna bagi dunia dan untuk bekal di akhirat.